A homepage subtitle here And an awesome description here!

Jumat, 03 Oktober 2014

Link-Link Cerbung & Fanfiction by Nia Stevania (@niyaaarasyied)


With Love adalah cerbung kedua yang aku buat-setelah Cinta Pertama Pada Pandangan Pertama, dengan proses penyelasaian yang cukup panjang. Sempat vakum beberapa....bulan apa hampir setahun ya? hm..pokoknya, pada akhirnya aku bisa menyelesaikan ini tanpa gantung. Dilanjutkan dengan beberapa mini cerbung, dan fanfiction lainnya. Dan inilah linknya. Selamat membaca!!

W I T H  L O V E

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9 | Part 10  |
Part 11 | Part 12 | Part 13 | Part 14 | Part 15 | Part 16 | Part 17 | Part 18 | Part 19 | Part 20 |
Part 21 | Part 22 | Part 23 | Part 24 | E N D I N G


T E N T A N G  S E B U A H  K I S A H  [ A K U, D I A & M E R E K A ]

Author : Nia Stevania (@niyaaarasyied)
Cast : Rio-Ify, Sivia, Shilla, Gabriel, Alvin.

Opening2 | 34E N D I N G

A K U  P E R N A H

Aku Pernah | A P 2 | A P 3 | A P 4 | A P 5 | Final Part

M E M O R I E S

Author : Nia Stevania (@niyaaarasyied)
Cast : Icil Diva, Idola Cilik 1-3

Memories | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |10 | Last Part

Fanfiction Cakka-Ify by Nia Stevania (@niyaaarasyied)
Aku (Masih) Ingin Bersamanya

Fanfiction Gabriel-Ify by Nia Stevania (@niyaaarasyied)

[Song Fiction] Kisah Lalu (Mudah Saja)

Fanfiction Alvin-Ify by Nia Stevana (@niyaaarasyied)

[Two Shoot] PDKT Gagal & Ending

Fanfiction Cakka-Agni by Nia Stevania (@niyaaarasyied)

[Song Fiction] Suka Padamu

Fanfiction Gabriel-Ify-Rio by Nia Stevania (@niyaaarasyied)

[Song Fiction] Aku dan Kamu (dan Tuhan Yang Tahu)

Fanfiction Rio-Ify-Alvin by Nia Stevania (@niyaaarasyied)

There still a rainbow after the rain

[Song Fiction - Sekuel There still a rainbow after the rain] Takkan Bisa

Cinta Ify

[Song Fiction] Hanya Jadi Sahabatmu

Fanfiction Ify-Via by Nia Stevania (@niyaaarasyied) Kapan?

Fanfiction Rio-Ify

Akhiri Saja (Eksekusi Cinta Terlarang) | (Menjadi) Seutuhnya | Karena Kita Berbeda |
Galau (Akibat Salah Kirim) | Di Bawah Rinai Hujan | Sang Waktu |
Kalau Rio Jatuh Cinta | Memujamu | Dia 'Peri Cintaku' | Indah Pada Waktunya |
Bukan Untuk Bersatu | Cinta Untuk Rio | Cinta | Ada Yang Selalu Ada |
[sekuel] Ada Yang Selalu Ada | Akhir Kisah Kita | Dulu, Hari Ini dan Selamanya |
Just a Dream | Love In The Difference | Sekali Ini Saja | Angkuh | Dan Bila |
Bebaskan Diriku | Jatuh Cinta (dag dig dug) | Berakhir | Jika, Masih Ada |
Ingin Kembali | Kapan Kita Nikah? | I Love You, Goodbye.. | Waktu Itu |
(Bukan) Pernikahan Sandiwara | Gara-Gara Ask.fm | Kisah Tak Sampai |
Karena Kita Berbeda ( New Vers.)

Done! Semua yang di atas adalah link-link karya tulis hasil olah otak saya haha bagi kalian yang berminat membaca, silahkan klik judulnya.
Btw, kenapa nama authornya Nia Stevania? Karena Nia Stevania adalah nama pena saya :)
Selamat menikmati^^

Senin, 11 Agustus 2014

[Short story] "Kapan Kita Nikah?"

Hal terberat dalam hidup adalah ketika lo dihadapkan pada kenyataan bahwa usia pacaran lo dan pasangan lo sudah kelewat awet, dan pasangan lo mulai rewel nanyain, "kapan kita nikah?"
Bukannya nggak suka, bukan juga selama ini gue nggak serius pacaran, tapi...please, bagi seorang cowok, ketika lo ditanya begitu sama dengan, "kapan lo siap ngidupin kita dan anak-anak kita?". Ngeri nggak? Duh...

Gue Rio, Naufal Febrio sih lebih tepatnya. Gue sudah menyelesaikan pendidikan S1 gue kurang lebih setahun yang lalu. Dan selama itu juga, gue break untuk sementara waktu sama cewek gue. Seperti yang gue ceritain diatas, pertanyaan sensitif yang sering ditanyain doi waktu jaman gue kuliah membuat gue kalap lantas memutuskan untuk break sementara waktu. Perasaan doi waktu itu? Udah bisa ditebak dong, nangis dan marah-marah. Setelah puas, doi langsung pergi ninggalin gue. Awalnya, diantara rasa sesal karena bikin doi nangis, terselip rasa lega. Karena pertanyaan menyebalkan-yang terkesan menuntut pertanggung jawaban padahal gue nggak ngapa-ngapain lho, macam itu nggak akan gue denger lagi. Tapi, itu cuma awalnya. Pada akhirnya gue sadar, doi yang terbaik. Doi yang gue sayang, dan mestinya gue bisa lebih peka. Membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah itu impian kita bersama, mestinya gue bisa dewasa, mulai memikirkan masa depan hubungan kami. Bukannya merasa terganggu dan lantas memutuskan untuk break sementara waktu.... ya semoga doi nggak berubah pikiran dan lantas memutuskan untuk bener-bener menyudahi kisah asmara kami, soalnya setelah resmi break, doi bener-bener melenyapkan diri dari pandangan gue.
Huffttt I miss you so badly, dear....
Gue sadar, doi juga nggak mungkin nerima gue balik gitu aja. Dan pertanyaan macam itu (re. Kapan kita nikah?) juga nggak akan hilang begitu aja. Maka gue putuskan, untuk mensejahterakan hidup gue lebih dulu, demi masa depan hubungan kami yang lebih baik. Aamiin O:)
Dan yang gue lakukan adalah, memulai ikut serta dalam mengurus usaha milik orang tua gue yang kelak nantinya memang bakal jatuh ketangan gue-karena gue pemilik hak waris satu-satunya. Itulah alasan, kenapa gue memilih untuk stop di S1.

"Apa lagi sih yang loe pikirin? Hidup udah mapan. Mental udah siap, buruan lamar dia."

Alvin-salah satu sohib sejati gue yang sudah resmi menikahi Alvia, masih sahabatnya doi, menanyakan hal yang sudah terlalu sering dia ajukan. Okay, gue bosen. Tapi, mau gimana lagi? Kayaknya, kalau nggak nanyain itu dalam sehari Alvin bakal sakit gigi kali. Huhh

"Yelah bawel loe kayak cewek. Gue belum siap mental ketemu Ify nya, belum lagi bokapnya." Gue membayangkan wajah sangar bokapnya doi. Gue emang belum pernah ngobrol langsung dari hati ke hati sama bokapnya, tapi dulu...jaman masih pacaran, dan gue sering antar-jemput doi, bokapnya selalu titip pesen lengkap dengan nada tegas dan tatapan tajam. Siapa yang nggak jiper coba?
Tapi, doi menjelaskan alasan sikap protect bokapnya adalah nggak lain karena doi anak satu-satunya, plus harta satu-satunya milik beliau. Yah, ibunya doi sudah menghadap Ilahi sejak doi berumur 14th.

Alvin meletakkan cangkir kopinya kemudian mulai memasang tampak -sok- seriusnya.

"Kita sudah sama-sama taukan, bro. Ify tuh anak satu-satunya, harta satu-satunya yang bokapnya punya setelah nyokapnya Ify meninggal, mestinya lo paham kenapa bokapnya Ify agak-sedikit sentiment sama lo, karena beliau nggak mau Ify salah pilih dan disakitin." Ujar Alvin. "Dan...sedikit cemburu juga kayaknya, sejak Ify pacaran sama lo, praktis perhatian doi terbagi."

"Loe bener sih, Vin. Tapi gue masih belum yakin."

Alvin menggeram ditempatnya. Entahlah, lama-lama Alvin jadi nggak jauh beda sama Via, sama-sama suka mendesak gue untuk segera mengambil keputusan tentang ini. Hmm, faktor suami-istri kali yah? Ikatan bathin?

"Loe inget baik-baik ucapan gue, sekarang atau nggak sama sekali! Loe sadar udah berapa lama loe ngilang dari hidupnya Ify? Dari aktifitas antar-jemput dia yang jelas-jelas bokapnya Ify tau? Loe nggak takut kalau bokapnya Ify nanya-nanya ke Ify, terus Ify cerita, terus dia kesel, benci sama loe, terus---"

"Okay, okay, gue bakal mikirin ini secepetnya."

Dan tanpa pamit, gue bergegas meninggalkan ruangan Alvin.
***

Alvin bener. Kenapa gue nggak berpikir jauh sampe ke situ? Bokapnya doi yang udah cukup sentiment sama gue bisa makin mengerikan kalau tau gue sama anaknya break. Belum lagi kalau waktu habis kejadian itu-dimana gue mutusin untuk break sama doi, doi balik dengan pipi basah, air mata berlinang. Atau minimal, mata merah dan idung beler....

"Mah, Rio udah siap."

Nyokap yang tadinya asyik ngebaca majalah fashion edisi terbaru menutup majalahnya. Matanya menatap gue dengan alis terangkat.

"Ya, Rio udah siap untuk berkeluarga." Ucap gue mantap.

"Kamu yakin?" Tanya mamah. Gue mengangguk mantap. "Sama siapa? Ify?"

"Ya ampun mamah, kalau bukan sama Ify sama siapa lagi? Sama pembantu kita? Iyalah sama Ify." Gue agak kesal. Pasalnya, nyokap kan udah tau jelas sama siapa gue selama ini menjalin hubungan.

"Ya maksud mamah," nyokap mengambil jeda dalam kalimatnya seolah berpikir, "gini lho. Waktu itu-pas mamah dinner sama papah, mamah ketemu Ify sama papahnya dinner di restorant yang sama. Malah kami semeja. Dan---"

"---dan apa mah?!"

Nyokap mulai memasang tampang yang mencurigakan. Duh...something's wrong telah terjadi sepertinya. "Ify bilang kalian udah pu...tus."

Apa?! Pertanyaan yang gue pikir cuma tercetus dalam hati gue itu ternyata terucap dengan keras sampe-sampe nyokap melotot kaget.

"Apaan sih, Yo. Kata Ify kamu yang mutusin dia, malah sekarang sok-sokan kaget." Nyokap mulai membuka majalahnya kembali, seolah-olah nggak ngeliat kalau sekarang tampang gue udah shock pake banget.

"Mamah nggak ngerti kenapa bisa, kamu mutusin cewek sebaik Ify. Mamah udah kelewat ngarepin dia jadi menantu mamah, tapi karena ke egoisan kamu, semuanya buyar."

Gue menggeram putus asa. "Rio nggak mutusin Ify mamah."

"Tapi Ify bilangnya gitu."

Gue terdiam, nggak tau harus ngomong apa. Kenapa disaat gue mulai yakin, semuanya dipersulit?

"Eng, emang kamu serius nggak mutusin dia, Yo." Gue cuma menggeleng, menjawab pertanyaan nyokap. "Terus, kenapa kalian nggak pernah bareng lagi? Kamu nggak pernah antar-jemput Ify lagi, Ify nggak pernah main ke sini lagi,"

"Rio cuma bilang break sama dia mah, karena waktu itu Rio capek sama pertanyaan Ify yang selalu aja, 'kapan kita nikah? Kapan kita nikah?' Rio bosen."

"Sekarang?"

"Rio kangen Ify, dan mantap buat membangun hubungan yang baru sama dia."

Nyokap kembali menutup majalahnya dan menggeser posisi duduknya, semakin merapat ke gue. "Dengerin mamah, Ify pernah bilang gini...

"Kata papah ya tant, kalau cowok serius sama ceweknya, dia bakal minta ceweknya ke papahnya langsung. Untuk dihalalkan."

"...dan mamah rasa, selama ini Ify cuma pengen tau keseriusan kamu."
***

Sehabis obrolan yang cukup panjang dengan nyokap, gue memutuskan untuk merenung sebentar. Memikirkan semuanya dengan baik.
Gue sayang sama Ify. Gue serius sama dia. Dan gue nggak mau kehilangan dia. Maka dari itu, gue harus segera bertindak!

Saturday morning jumped out of bed
And put on my best suit
Got in my car and raced like a jet
All the way to you
Knocked on your door with heart in my hand
To ask you a question 'Cause I know that you're an old-fashioned man, yeah



Gue mulai menjalankan mobil pribadi gue-hasil jerih payah gue sendiri, membelah keramaian ibu kota. Hari ini hari sabtu, menjelang weekend. Jalanan belum terlalu ramai. Gue memang sengaja memulai perjalanan sepagi mungkin biar nggak terlambat. Dengan 'rude' yang menemani perjalanan gue, dan gue merasa...ini lagu seperti backsong untuk perjalanan gue hari ini, sangat pas.
Tapi pastinya, gue harap bokapnya doi akan mengatakan, "yes!" bukan "no."

Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes
'Cause I need to know
You say I'll never get your blessing 'til the day I die

Tough luck, my friend, but the answer is 'No'
Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
Marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
Yeah, no matter what you say...
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so rude...

Dengan jantung berdegup kencang, gue merapikan rambut dan kemeja yang gue pake, sembari menunggu pintu dibuka. Sudah lebih dari 5 menit gue memencet bel, belum ada tanda-tanda pintunya bakal dibuka.

Dan ketika pintu terbuka, jantung gue berdegup 2 kali lebih cepat dari tadi, apalagi....yang ngebuka pintunya adalah, bokapnya Ify!

Gue nyengir garing sebelum akhirnya mengucapkan salam. "Assalamu'alaikum, om..."

"Wa'alaikum salam. Ada apa kamu kesini?"

Nggak pake disuruh masuk, duduk atau disuguhin minum dulu apa?

"Eng...."

Okay, gue bingung. Mau ngajak masuk, ngobrol sambil duduk, kesannya nggak sopan banget. Yang punya rumah siapa, yang nyuruh siapa. Ya kan?

"Ada apa?"

"Eng, maaf om sebelumnya. Bisa kita ngobrol di dalem aja?"

Belum sempat ajakan gue dijawab. Sebuah sedan kecil berhenti tepat didepan kami.
Sosok yang sekian lama gue rindukan muncul dari balik pintu penumpang depan. Eh, tapi siapa laki-laki-yang menyetir mobil-yang juga ikut keluar bersama Ify?

"Eh, kayaknya ada tamu, Fy. Gue balik aja deh." Laki-laki yang tadi ikut keluar bersama Ify mendadak pengen balik lagi setelah ngeliat gue. Bagus! Jauh-jauh lo sono! Siapa lagi tuh cowok?!

Ify menatap gue dengan pandangan terkejut, dan laki-laki yang mengantarnya dengan bingung. Senggaknya itu yang gue tangkap.

"Nggak mampir dulu, Yel?"

Gue nggak salah denger tuh? Bokapnya Ify nawarin si Yel Yel itu mampir?! Gue aja nggak pernahhhh....

"Nggak usah, om. Saya balik aja. Permisi...."
***

Dan disinilah kami. Gue dan bokapnya Ify memutuskan untuk berbicara di ruang tamu. Ify sendiri udah ngacir duluan, katanya sih mau naruh tas sekalian bikin minum.

"Jadi, apa tujuan kamu kemari?"

"Sebenernya..."

Kuatkan tekatmu Rio! Tinggal sedikit lagi. Sebelum semuanya terlambat, karena gue nggak mau Ify sama si Yel Yel itu!

"...sebenernya tujuan saya kemari untuk...." gue kembali diam sebentar untuk mengambil nafas. "...untuk meminta izin, meminta Ify menjadi makmum dengan saya sebagai imamnya om..."

Thank God!

"Maksud kamu, kamu mau shalat jama'ah bersama Ify?"

Klontang....
Okay itu murni suara benda jatuh-entah apa, yang kayaknya berasal dari dapur. Tempat Ify membuat minum, katanya tadi...

"Bu..bukan itu maksudnya om..."

Gue nggak tau. Harus ketawa atau gimana. Mungkin pertanyaan bokapnya Ify terdengar polos dan bikin ketawa. Tapi disatu sisi gue kesel, karena kalimat manis itu sengaja gue rangkai untuk meminang Ify!

Bokapnya Ify menatap gue dengan alis terangkat. "Terus apa?"

"Maksud saya, izinkan saya...."

Bersamaan dengan itu, Ify dengan wajah yang entah kenapa merah-setelah gue melirik sepersekian detik, datang membawa nampan berisi minuman dingin lengkap dengan camilannya.

"Duduk sini, Fy!"

Okay, gue makin gugup. Perintah tegas dari bokapnya Ify membuat dia duduk dengan patuh disamping beliau.

"Lanjutkan, nak Rio..."

Angin segar! Pertama kalinya gue denger bokapnya Ify memanggil gue dengan sebutan, "nak Rio."

"Izinkan saya menjadi imam untuk Ify, untuk rumah tangga kami, om..."

Lega. Tapi kenapa bokapnya Ify diem? Ifynya juga diem?

"Yampunnnn....ngomong gitu doang lamanya bikin orang kejang-kejang tau nggak sih?!!"

Itu suara Via! Dengan spontan gue mencari asal suara yang menyahuti permintaan gue ke bokapnya Ify. Dan disana, dibalik pintu kamar tamu Ify, gue menemukan Via bersama Alvin sambil bersiul-siul menggoda. Ah! Ada bokap-nyokap gue juga disana! Apa maksudnya?!

Batuk kecil bokapnya Ify membuat gue membatalkan niat untuk berteriak menanyakan maksud dua pasang suami istri yang sudah senyum-senyum menggoda ditempatnya. "Sebenarnya...ayah dan ibu kamu sudah lebih dulu datang kemari untuk melamar Ify, tapi....karena mereka menyuruh saya berakting seperti ini, ya saya ikut saja."

Ucapan bokapnya Ify seolah menjawab pertanyaan gue. Ditempatnya, Ify senyum-senyum ngeledek lebih tepatnya, sambil memainkan ujung rambutnya.
Gue terjebak...hahhhh

"Baiklah nak Rio, mungkin kamu ingin bicara dengan Ify." Ujar beliau mempersilahkan. "Mari semua, kita ke belakang." Ajaknya lagi kepada Alvin-Via, dan bokap-nyokap gue.

Selepas kepergian mereka semua, gue buru-buru berpindah duduk ke samping Ify yang masih asyik dengan gayanya yang menyebalkan itu.

"Apa maksudnya tadi? Terus siapa itu tadi Yel Yel?!" Tanya gue kesel.

"Nggak penting siapa itu Iyel, yang pengen aku tanyain. Apa alasan kamu ngelamar aku? Apa yang bikin kamu berani kesini setelah minta break dan bikin aku nangis waktu itu?" Ify berbicara dengan sedikit perasaan kesal sepertinya. Terlihat dari sorot mata dan nada bicaranya yang terdengar ketus.

"Yah, Alvin, Via, mamah membuat aku berpikir. Apa tujuan aku selama ini bersama kamu? Waktu membuat aku sadar kalau kamu yang terbaik buat aku. Dan aku nggak boleh menyia-nyiakan kamu." Ku raih tangannya, dalam genggamanku. "Selagi masih ada waktu, aku ingin meraih kamu kembali, makanya aku datang kesini, memberanikan diri untuk meminta kamu," ucapku sungguh-sungguh, "sama...ayah kamu yg galak itu." Sambungku setengah berbisik.

"Ihhh jahat banget sih ngatain gitu...."

Dan cubitan Ify menjadi cemilan manis disabtu yang cerah ini. Ify ku kembali. Dan kisah kami yang baru akan segera terangkai kembali. Terima kasih Tuhan...

"Jadi, kapan kita nikah?"

Pertanyaan itu kembali terucap dari bibir Ify, tapi kali ini gue sudah bisa menjawab. "Secepatnya!"
•••••

HUALLLOOOO?!!!! ANYONE MISS ME?!
Wkwk nggak yah? Baru berapa bulan yang lalu juga kan gue ngepost cerpen? Dan sekarang gue kembali dengan cerpen baluuuuu :3
Okay jadi sebenernya yang tersusun dalam khayalan gue bukan seperti ini. Mestinya lebih manis-tapi kayaknya kurang gula *eh
Tapi yaudahlah ya....begini pun cukup wkwk
Gue memang sengaja nggak bikin yang panjang2.... FYI, cerpen ini bisa dibilang sesuatu juga karena gue menyelesaikannya ga sampe 2 jam! Bayangkan saudara2!!
Jadi, kebetulan gue lagi niat, lagu yang nemenin gue nulis juga catchy banget bikin tulisan gue ngalir....
Btw, kalau kurang gurih dan kurang manis, tambahkan bumbu dapur kalian masing2 yak! #candaaa

Seeya!

Jumat, 08 Agustus 2014

Cerita Tentang Ify #1



Hi there! Nia here...mari kita berkumpul disini untuk berngobrol-ngobrol ria haha..
Okay, kira-kira bahasan apa yang menarik untuk kita perbincangkan hari ini? Cinta? ah udah deh, ask.fm gue udah cukup rame dengan curhatan temen-temen anonymous tentang kisah percintaan mereka. Dan buat kalian-kalian yang juga tertarik untuk sharing sama gue bisa disini ... Mngkin nggak selalu bisa membantu, tapi sengggaknya bisa menngurangi beban pikiran #halahh
Nah, gimana kalau sekarang kita bahas soal idola kita bersama aja? Atau mungkin cuma gue? Yaps! IFY ALYSSA!

Duh, rasanya kalau udah ngebahas cewek-idola gue & mungkin kalian, yang satu ini nggak akan pernah ada habisnya. Ntah cuma untuk sekedar dikagumin, atau dirandomin, pasti bisa aja. Muji dia karena semua anugerah Allah yang sudah Dia titipkan ke doi pun kayaknya gue nggak pernah bisa berenti. Selalu ada aja yang bikin gue berdecak kagum sama dia. Yaya, doi bukan manusia sempurna, pastinya punya kekurngan dan kelemahan juga tapi apa gunanya ngebahas kelemahana dan kekurangan doi kalau kita pribadipun belum cukup sempurna #halahhh

Baru-baru ini, beberapa hari yang lalu tepatnya, si teteh punya kesempatan untuk tampil dengan musisi besar Indonesia yang terkenal banget pastinya. Barry Likumahuwa! Siapa yang nggak tau coba? Bahkan anak kelahiran jaman sekarang juga banyak yang tau kok sama beliau. #Ifyngejazzlagi jadi hashtag yang cocok menjadi pengiring tweets-tweets IFC yang berbahagia karena teteh yang comeback ke dunia jazz lagi..hoho
Jangan ngaku IFC kalau nggak tau Ify punya sejarah sama yang namanya musik jazz..haha

/.
Saat tampil di Java Jazz Festival 2011



Salah satu hal yang menjadi kesenangan gue selepas Ify mengisi Idola Cilik ya berselancar di YT untuk nontonin video-video yang di upload papahnya, baik itu perform-perform dia di IC1 dulu, maupun penampilan-penampilan Ify dengan kemampuan olah vokalnya di genre jazz.
Ify pun pernah tampil di JAVAJAZZ Festival, bahkan punya kesempatan duet sama Raissa! waddu kalau aku mah ra iso :|


IFY BLINK (14 Years) Singing COME WITH ME of TANIA MARIA

Nah, waktu itu-dalam video di atas, Ify masih berusia 14 tahun, dalam penampilannya Ify berkolaborasi dengan guru musiknya di Farabi Music School.

RAISA & IFY : WHEN YOU BELIEVE

Kalau yang diatas ini adalah saat dimana Ify berkesempatan tampil dengan salah satu penyanyi berbakat Indonesia saat ini, Raissa.... Dulu Raissa belum sebesar sekarang hoho.

Kalau di daftarkan, sudah cukup banyak juga yah Ify dikasih kesempatan untuk berkolaborasi dengan musisi besar Indonesia-baik secara pribadi maupun bersama Blink. Bersama Blink, Ify dan teman-teman bisa mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu pengisi dalam album Pongki Barata yang bertajuk, "Pongki Barata Meets The Stars" 

FYI, yang patut dibanggakan adalah, Blink merupakan satu-satunya girlband yang dipercayai Pongki Barata mempunyai kualitas untuk mengisi albumnya...hoho
Selain Pongki Barata, musisi lain yang juga pernah memberikan kepercayaan kepada Blink adalah
Melly Goeslaw. Masih inget dong sama salah satu konser Melly Goeslaw yang juga ditayangkan di Kompas TV? Disana lagi-lagi Blink menjadi satu-satunya girlband yang menjadi pengisi acaranya, selebihnya ada boyband dan beberapa solois.
Selain itu, Blink juga pernah menjadi pengisi acara untuk Konser Karya Purwacaraka!


Itu kalau bersama Blink, secara personal, selain dengan Barry Likumahwa baru-baru ini, Ify juga pernah tampil bersama Tompi, Kahitna, Calvin Jeremy, oh iya waktu jaman Idola Cilik Ify juga sempat berduet dengan Afgan-bersama Septian dan Letto-bersama Septian dan Kiki.
Selain itu dalam salah satu sesi latihan untuk workshop LPM Farabi Ify juga ditemani om Dwiki Dharmawan.
Eits, jangan lupakan sama hadiah coveran yang Ify persembahkan untuk IFC di anniv ke IFC yang ke 5 ya, Ify membuat coverannya dengan di iringi oleh kak Yuri Jo, musisi asal Australi yang mengisi Java Jazz Festival 2013. Saat itu Ify mengcover dua lagi Back at One, dan Officially Missing You.
Ups, bersama Icil Diva, Ify juga pernah tampil bareng Keith Martin lho...hoho

Ngomong-ngomong soal Ify dan musik, pastinya kalian tau kalau mereka sejiwa #halahh dan itulah kenapa gue yakin banget, oneday Ify bakal jadi salah satu musisi besar Indonesia! aamiin O:)

Anyway, beberapa waktu yang lalu pada ngecheck timlinenya @officialifc nggak? Yang menyimak pasti tau dong ada apa disana? Yap! Offy menyempatkan untuk berbagi cerita mengenai Ify dan salah satu fokus utamanya saat ini. Pendidikan yang nggak jauh-jauh dari musik^^

Okay, buat yang nggak sempat menyimak akan gue ceritakan secara singkatnya disini *izin yak min hoho*
Jadi, sebenernya project Ify bersama Barryv Likumahuwa itu bisa dibilang project dadakan yang nggak disangka-sangka. Awalnya, Ify sekedar ingin menyaksikan BLP dengan musik jazznya, eh ternyata yang terjadi berikutnya Ify malah diminta untuk ikutan nyanyi. Hikmahnya, dari perform dadakan itu, Ify seperti diingatkan betapa jarangnya dia belajar dan kumpul bareng dengan komunitas jazz seperti ini. Padahal bisa di bilang Ify kan dulunya lumayan aktif dengan yang namanya jazz.
Nah, kabar gembira lainnya adalah pada akhirnya ify benar-benar sudah punya pilihan untuk masa depan pendidikannya selepas SMA ini. Ofc! yang menopang passionnya, apalagi kalau bukan musik?
UPH menjadi pilihannya. Dengan pertimbangan, yang dia cari adalah universitas yang kental jazznya. Di musik UPH, dari 6 jurusan yang menjadi pilihan, Ify memutuskan untuk mendaftar di jurusan jazz & pop performance. Tentunya keputusan ini ia ambil setelah berdiskusi dengan kedua orang tuanya, guru dan teman-teman musisi.

Hmm, masuk UPH juga nggak gampang, banyak proses yang harus Ify lalui termasuk audisi. Ify yang bingung memilih majornya antara vokal dan piano akhirnya mempersiapkan diri untuk kedua-duanya. Salutttt!

Ify bersama beberapa musisi/penyanyi Indonesia

Audisi in shaa Allah akan digelar pada bulan oktober nanti, lumayan Ify masih punya waktu kurang lebih 1,5 bulan lagi untuk mempersiapkan diri. Kalau ngeliat persiapan Ify yang matang, gue ga ragu kalau dia pasti lolos! Semangat teh!
Jadi gais-IFC dimanapun kalian berada, mari kita sama-sama doakan teteh semoga dia bisa lolos audisinya, masuk universitas harapannya dan bisa meraih cita-citanya..aamiin O:)
Sampai disini dulu perbinangan kita, sampai ketemu di postingan berikutnya..hohoo

#We'restilltogether


ps : FYI, ini postingan mestinya sudah terbit dari 3 hari yang lalu, tapi karena faktor perkerjaan yang menghadang selalu gagal, okay maafkanlah kalau terkesan kudet-_-

- kalian bisa mengklik nama-nama penyanyi diatas untuk melihat penampilan Ify bersama mereka^^



Minggu, 03 Agustus 2014

MEETUP! #ganksmp #v'girls




 
Akhirnyaaaaaaaaa!
Setelah bertahun-tahun nggak pernah kumpul-kumpul-terhitung selepas SMP, V'girls berkumpul lagi di jum'at, 01 agustus 2014....
Kebayang nggak, hal apa aja yang di obrolin 5 sahabat yang terpisah kurang lebih...5 tahun? 6 tahun? duhh gue lupa deh, lulus SMP taun berapa-_-
Dari mulai flashback jaman SMP sampai dengan membayangkan masa depan.

"Masih ada yang inget nggak, waktu itu kita habis belanja bareng di warungnya Mama Aldi, terus asik minum lewat tengah lapangan, terus----"

Spontan deh gue teriak. "Aku ingat! aku ingat! kita di teriakin dari microphone!"

"Yang mana itu? aku lupa..." Fhia udah pasang tampang bingung, emang sih dia hampir banyak lupanya wkwk #peace Salah satunya moment tasmiyahan adiknya Shelly yang sekarang udah kelas 2 SD. Ya Allah...jadi makin berasa tua.....

"Yang kita minum es di tengah lapangan, terus Bu Sus kalau nggak salah ngomong pake mic, "tolong yang minum sambil berdiri, duduk." Langsung kita pada mencar..."

Itu cuma salah satu dari sekian banyak moment SMP yang kami bahas.

Ah iya! si Rahmi-calon tukang gigi wkwk, udah punya planning menikah di usia berapa, dan punya keturunan di saat apa... Ya ampun, rasanya baru aja deh kita-kita pake seragam putih-biru, eh sekarang udah ada yang kerja, mau sidang, dan nunggu wisuda. G'luck gais!
Beruntungnya mereka-Fhia, Zha, dan Shelly, karena masing-masing dari mereka sudah punya 'calon' pasti yang sudah punya penghasilan..waaa semoga mereka semua sampe ke pelaminan.
Rahmi yang baru 'selesai', dan gue yang masih jomblo masih terus berharap segera di turunkan calon imam yang baik luar dalam, dunia akhirat sama Yang Maha Kuasa..aamiin O:)

Hm, yang juga bagian paling heboh di moment meet up kemarin adalah pas selfie! Gue ga bawa tongsis, yang lain nggak punya tongsis, jadi ribet deh ngaturin gimana caranya biar dapet angle yang bagus dan hasil yang memuaskan. Beberapa kali kita malah harus ngerepotin adiknya Shelly untuk dijadiin tukang foto..hoho
Finally! Kita punya foto bareng ber 5! dari smp lho kita sahabatan, dan nggak punya satu pun foto ber 5 hiks hiks...






Okay, I k ini sangat-sangat latepost tapi berhubung saya sangat ingin berbagi #yakali jadi saya tidak perduli mau ini latepost atau nggak wkwk....
Btw, buat si Rahmi yang bentar lagi balik untuk menempuh pendidikan, hati-hati di jalan ya!
Sukses buat kita semua teman-teman! ^^


#muchlove!

nb : bagian dialog aslinya menggunakan bahasa kami sehari-hari, tapi di  atas sudah saya perbaharui dengan bahasa yang lebih bisa dimengerti haha

Selasa, 22 Juli 2014

[Selingan] Dibalik Pilpres

Presiden Indonesia yang baru telah terpilih. Masa kampanye pun sudah lama berlalu, tapi nyatanya perseteruan antar dua pendukung capres belum berakhir juga.
Saya menghargai setiap perbedaan, dan tentunya akan lebih mudah untuk kita bisa menghargai orang lain-termasuk untuk pilihan dan pendapatnya, jika mereka juga mau berbesar hati untuk berlaku sebaliknya terhadap kita.

Yang mengecewakan saya adalah, saat ternyata orang yang saya anggap teman-yang lebih mengerti, tapi justru bersikap seolah-olah tidak menghargai pilihan dan pendapat saya, sedangkan saya selalu berusaha untuk menghargai perbedaan yang ada diantara saya dan teman-teman saya.
Dalam suatu pertemanan, hal yang wajar kalau si A suka boyband dan si B lebih suka group band. Tapi bukan berarti si B bebas mengatakan kalau boyband itu gay, padahal jelas hal itu bisa menyakiti perasaan si A kan?
Atau dalam pertemanan berbeda agama, apa sopan kalau kita menjelekan agama teman kita, karena (pasti siapapun termasuk) kita beranggapan agama kita yang paling benar?
Ini hanya perumpamaan.

Semua orang punya pendapat, dan pilihannya masing-masing, dengan pertimbangan alasan yang berbeda. Mestinya, kalian-apalagi kalau sudah mencoblos, itu artinya kalian sudah dewasa, bisa lebih terbuka menerima perbedaan. Lebih bisa menghargai pilihan teman tanpa harus membuat rusak hubungan yang sudah terjalin baik. Apa nggak sia-sia? Jatuhnya mencoblos lebih banyak mudharatnya daripada tidak mencoblos, karena mencoblos membuat rusak hubungan baik dua orang yang ternyata berbeda pilihan.
Saya selalu menjaga tweets saya, tidak menjelekkan capres manapun (tapi mungkin mengkritik -yang dianggap judgement- orang-orang di belakang capres yang tidak saya dukung, memang pernah). Karena saya sadar, orang-orang yang saya follow mayoritas orang yang saya kenal, orang yang saya tau berbeda pilihan dengan saya. Tapi nyatanya mereka tidak mau bertoleransi seperti saya. Saya kecewa :(

Kalian mengaku Islam, kalian berkata harus memilih yang sesuai dengan syariat Islam tapi nyatanya sikap kalian tidak menunjukan bagaimana mestinya seorang muslimin bersikap.

Islam mengajarkan kita untuk selalu berbaik sangka.


Tapi kalian, presiden yang baru belum dilantik saja sudah berpikir, "hancur Indonesia di pimpin syiah," "bisa-bisa aset Indonesia di jual lagi kayak yang sudah-sudah," kalian mengait-ngaitkan Pak Jokowi dengan Megawati, karena 'kejahatan' Megawati di masa lalu. Padahal, ingat...anak pencuri juga tidak pasti menjadi pencuri. Saya semakin tidak sabar untuk menyaksikan Jokowi mengemban tugasnya. Hal pertama yang paling saya tunggu adalah, soal siapa yang akan beliau angkat sebagai menteri agama? Apa seperti tuduhan yang sudah dengan yakinnya orang-orang jatuhkan kepada beliau? Bahwa jabatan itu akan diberikan kepada seorang Syiah. Atau seperti pernyataan beliau ketika di interview, bahwa orang yang ia pilih adalah seorang ahlu sunnah waljama'ah...

Hati manusia itu nggak ada yang tau. Jangan mendahului Tuhan dengan semua sangkaan buruk kalian.

Islam mengajarkan kita untuk menjaga aib sesama, itupun kalau kalian ingin Allah menjaga kalian dari aib kalian sendiri di akhirat kelak.

[Al-Baqarah : 216] Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui....

Allah Maha Mengetahui lebih daripada hamba-Nya, tapi masih aja ada yang bilang dengan yakinnya, "si A lebih baik daripada si B." Ckck...

Dalam Al Qur'an pun Allah telah memperingatkan agar kita bisa menjaga lisan. Karena seluruh anggota tubuh kita kelak akan di mintai pertanggung jawabannya di akhirat, termasuk lisan.
Untuk apa kita gunakan? Menyampaikan kebaikan? Atau keburukan?

[Al Qalam : 10-11] Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah.

Ingat teman, perkara lisan itu luar biasa bahayanya. Seperti dalam sebuah hadits,

"Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim)


"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengucapkan perkataan yang baik atau Diam" [HR. Bukhori & Muslim]

Maka ini bukan persoalan apakah yang kita ucapkan itu sesuai fakta atau tidak, tapi apakah lebih banyak manfaatnya atau mudharatnya?

Saya kecewa dengan beberapa teman, kalau sekiranya saya sendiri bersalah terhadap kalian, saya minta maaf. Tapi, jujur saya sangat menyayangkan tweets-tweets kalian yang tidak bisa menghargai perbedaan.
Kalian mengatakan jangan saling hina, tapi nyatanya kalian meluapkan segala isi hati kalian dengan pernyataan seolah-olah kalian lebih tau, dan Tuhan telah salah dengan apa yang Ia tetapkan.
Kalian berkata akan berbesar hati, tapi nyatanya kalian terus menghujat orang yang kalian anggap jahat itu, seolah-olah kalian lebih baik daripadanya.

Puaskan nafsu kalian, dengan hinaan, tuduhan, dan prasangka-prasangka buruk kalian terhadap beliau. Kemudian renungkan, apa dengan begitu membuat kalian menjadi lebih baik daripada beliau di mata Tuhan?
Apa dengan begitu membuat pahala atau amal ibadah kalian semakin bertambah dan dosa kalian berkurang?
Manusia tempatnya khilaf dan salah. Kalau kalian meyakini Allah tidak tidur, mestinya kalian tau Allah bersama orang-orang yang sabar, Allah menyertai orang-orang yang di dzalimi :)

Nb : Ini unek-unek saya, yang tidak hanya cukup disampaikan dalam 140 karakter di twitter. Ingat, muslim yang satu dan yang lainnya itu satu tubuh, satu sakit yang lain pun ikut sakit. Sudah semestinya kita saling rangkul, dan mengingatkan :)

Senin, 02 Juni 2014

Sebuah Project Dari Sang Idola

Seindah Biasa by Blink Indonesia


Haihai...apa kabar semua?!!! Yampun, rasanya udah lama banget gue nggak ngeblog, memposting sesuatu apalagi yang berbau...BLiNK!
Okay, dihari ini gue akan berbagi cerita mengenai BLINK, Ify as Ify Alyssa (not Ify Blink..hihi) bersama project mereka..

Hm..jadi, salah satu musisi besar Indonesia, Pongki Barata-yang dulu lebih dikenal sebagai Pongki Jikustik sedang membuat suatu project untuk album terbarunya. Album dengan tajuk, "Pongki Barata Meets The Stars" ini menggaet penyanyi-penyanyi keren Indonesia. Diantaranya, Kotak Band, Tulus, Astrid, Baim, Endah N' Rhesa, Lea Simanjuntak, Rio Febrian, Mike Mohede, Icha, Shopie Navita (sang istri) dan.....BLINK! Yeayyy! Blink merupakan satu-satunya GB yang mengisi album tersebut. Bangga yah? Ofc lah! Mengutip kata-kata Pongki-yang agak pesimis dengan GB, "...terus terang menurut saya tidak banyak girlband yang saya tahu bisa menyanyi dengan baik, atau setidaknya sesuai dengan ekspektasi saya..." Itu artinya, ketika Pongki memutuskan pilihan pada mereka, mereka adalah GB yang masuk dalam ekpektasinya..haha
That's why..gue bangga sama Ify yang merupakan bagian dari Blink, GB yang mendapat tanggapan positif dari musisi senior, bukan hanya soal packaging tapi benar-benar pada kualitas!

Btw, dialbum ini Blink dipercayai untuk membawakan ulang salah satu tembang hits Pongki yang pernah dibawakan oleh penyanyi besar Malaysia, Siti Nurhaliza. Tembang yang sangat hits nggak cuma di Indonesia, tapi juga Malaysia dan Brunei dan Singapore (yang baru gue tau setelah membaca di website Pongki untuk project ini)

Keren! Semua tau gimana luar biasanya suara Siti Nurhaliza, dan mengetahui Blink dapet kepercayaan besar ini tentunya kita-kita, para fans yang awalnya cuma tau Blink diajak dalam project Pongki jadi makin antusias dan berbangga hati. Begitu mendengar reviewnya, yang ada diotak gue adalah, "keren! dibagian reff ini didominasi oleh perpaduan suara Ify dan Sivia yang super, agak ke ujung ditutup dengan suara Prissy yang emang sering kebagian nada rendah." Hm, baru denger reviewnya aja, TL langsung heboh. Gimana full versionnya? Ada yang penasaran dan pengen denger teasernya?
Let's check this out!

teaser dan review Seindah Biasa by Blink






Ify dan Yovie Widiyanto


Finish dengan Blink soal project mereka bersama Pongki Barata, gue kembali mengulas (asik bahasa gue) mengenai sebuah project dari sang idola. Siapa dia? Liat foto di atas dong...Bukannnn! Bukan Yovienya tapi..si gadis cantik nan manis berdagu tirus, si bidadarinya IFC, Ify Alyssa. Jadi, kalau kata gue sih ini soal Ify sebagai Ify Alyssa, bukan Blink hihi
.

Nah, kemarin Ify berkesempatan tampil bersama Kahitna (yang ternyata juga di idolakan oleh Ify hihi) di ultah Jasindo yang ke 41
Wah......lagi-lagi Ify berkolaborasi dengan musisi spektakuler Indonesia, Yovie Widianto dan Hedy Yunus yang juga tergabung dalam Kahitna namanya sudah malang melintang didunia tarik suara #eeaaa
Di kesempatan kemaren, bersama Kahitna, Ify membawakan salah satu lagu mereka yang juga sukses di recycle oleh Raisa, Mantan Terindah.

Hm, bakal sekeren apa yah? Entah kenapa, gue pribadi ngerasanya kalau Ify dan Raisa membawakan lagu Marcel atau Kahitna pasti keren! Jadi nggak sabar nunggu video yang...ya semoga ajasih ada haha
Sambil nungguin videonya yang entah ada atau tidak, kalian gue kasih liat fotonya ajaya? hehe

Ahhh pokoknya liat foto-foto itu bikin semakin ngerasa...Ify..kamu memang membanggakan! hihi
 




Rabu, 16 April 2014

Sense Of Writing...



Sense of writing…

Entah kenapa tiba-tiba gue pengen ngebahas ini. Jadi tuh sebenernya, gue lagi bener-bener kehilangan sense of writing gue banget. Padahal, gue kangen nulis, gue kangen baca komentar orang-orang tentang tulisan gue. Pokoknya bener-bener rindu setengah mati….
Jadi gue harus apa dong? -,-

Beberapa waktu lalu gue sempet beli novel baru, berharap setelah berselancar didunia novel-novel yang gue beli itu, mood gue untuk menulis hadir lagi. Okay, moodnya emang ada, tapi…rasa bingung karena memikirkan gimana caranya untuk memulai itu lho….
Mungkin karena kelamaan vakum kali yah…

Oh iya, sebenernya tadi malam gue udah nyoba buat nulis lagi. Yang Alhamdulillah mungkin mood gue nulis muncul karena font yang gue pake. Haha aneh ya? Tapi, emang bener kok. Jenis font dalam menulis bagi gue juga penting. Penting untuk menambah mood.  Kembali ke soal tulisan semalam. Nggak usah panjang-panjang lah, cukup semacam one shoot apa flash fiction gitulahhh haha…
Hasilnya lumayan, tapi entah kenapa gue merasa ada yang kurang..
Tulisan yang gue buat semalam itu sebenernya ada point pesannya gitu (yakali sok banget pake ngasih pesan haha) tapi…setelah gue baca tuh ya, antara isi cerita sama point pesannya agak nggak sinkron. Terkesan dipaksakan… yampun, gue yang nulis aja mikirnya gitu apakabar readersnya ya-_-
Okaylah, intinya gue berharap sense of writing gue balik secepetnya, karena gue bener-bener kangen nulis pake banget haha

#muchlove!


@niyaaarasyied