A homepage subtitle here And an awesome description here!
Tampilkan postingan dengan label Sivia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sivia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 September 2013

[Oneshoot] Gara-Gara Ask.fm

Ask . fm. Situs jejaring sosial yang satu ini emang lagi happening banget kayaknya diseputaran temen-temen dunia maya gue.
Seinget gue sih, dulu gue (ngerasanya) adalah satu-satunya orang yang main dan punya account ask . fm. Itu juga boleh ngikutin temen dari Singapore (keren nggak? Ahaha), yang setiap dia ngejawab pertanyaan-pertanyaan di ask . fm pasti ke share dan nongol di timeline gue.
Katakanlah, berawal dari kepo.

Okay, kembali ke gue-yang-punya-ask . fm, dimana gue ada cerita miris yang bikin gue ngerasa...ugh! Gila! Gue sial banget...
Hufftt.. Galau deh. Mungkin bisa disebut, ini galau part 2 setelah sebelumnya gue pernah galau karena-bbm-salah-kirim, beberapa waktu lalu.

Jadi, waktu itu gue lagi rajin-rajinnya (nggak pake jeda sehari buka ask.fm mulu hihi) nongol di ask . fm. Karena yang main ask.fm udah banyak, otomatis timeline ask.fm dan yang ngirim-ngirim pertanyaan ke account gue makin banyak. Dari yang sekedar basa-basi pengen kenalan, iseng-iseng nanya, sampai curhat!
Tapi gue happy kok ngeladeninnya. Apalagi disituasi, gue lagi bored. Something like a moodboster!

Nah, disekian banyak pertanyaan, ada satu pertanyaan yang bikin gue mendadak jadi kepo. Tertarik banget rasanya buat ngejawab.

• Mantan lo ada berapa?

Gue mendengus. Ini pertanyaan sebenernya udah sering banget gue dapet, tapi nggak tau kenapa feeling gue mengatakan : pertanyaan ini mesti dijawab.
Okaylah, seperti sebelumnya gue menjawab kalau mantan gue cuma ada satu!
Namanya Febrio, panggilannya Rio. Doi tuh sebenernya baik, perhatian, good looking juga pastinya, tapi...gue nggak tahan sama satu hal. LDR! Yap! Kita LDR. Eh, tapi jangan berpikir kalau gue menjelaskan secara detail soal siapa, dimana dan kenapa gue putus sama Rio, seperti kalimat sebelumnya yah!
Penting banget curcol sama orang yang baru dikenal?

Menit berikutnya, pertanyaan selanjutnya--dan sepertinya masih dari orang yang sama karena pertanyaannya berkesinambungan, nongol!

• Kok putus? Lo bosen sama dia?

Hem..kenapa ni orang jadi kepo?
Okaylah, nggak ada salahnya gue jawab. Singkat, padat, dan jelas!
Setelah menjawab, gue putuskan untuk nge-log-out account gue, takut ada yang iseng jawab-jawabin pertanyaan buat gue.

Gue lirik jam dinding yang bertengger manis diatas pintu kamar. Yap! Timing is go to sleep!
Sepertinya besok hal ini perlu gue bahas sama my bestie, Olivia a.k.a Via.
***

“Wahhh loe mesti hati-hati deh, Fy.” Saran Via ditengah-tengah aksinya mengunyah sepotong bakso yang sudah menempati mulutnya.

“Hati-hati kenapa?”

Aneh juga dong, ngapain gue mesti hati-hati? Emang yang ngirim pertanyaan itu teroris atau semacamnya?

Via buru-buru menyedot minumannya--mungkin dengan tujuan mendorong secara paksa kunyahan dalam mulutnya agar ikut mengalir bersama air yang ia minum. Eh?
“Hemm, bisa jadi kan yang ngirim pertanyaan itu ternyata, Ri-Yo!” Ucapnya menekankan nama Rio persuku kata. “Apalagi ngirimnya as anonym kan?” Gue mengangguk “Nah!” Dan seruan Via yang ini benar-benar bikin gue mengelus dada.

“Via! Stay calm dong! Nggak pake ngagetin berapa sih?!”

“As you say, stay calm honey.”

Gue mendengus mendengar Via membalikkan pernyataan gue, sok english gitu sih si Via. “Eh tapi cuy, masa iya itu Rio? Rio mah gaptek. Nih ya, twitter aja dulu gue yang bikinin, mana mungkin dia main aks . fm..”

Gue diem, Via diem, seluruh penghuni kantin ikutan diem, hanya angin yang berhembus mengantarkan daun-daun kering yang berjatuhan. Enggak deng, itu cuman efek dalam khayalan gue aja biar terkesan dramatis, padahal iyuhhhh...
Gue tatap Via yang lagi mingkem sambil bertopang dagu. Ekspresi wajahnya serius, mikir banget deh.

“Bisa jadi sih...”

Gubrak!
***

• Mau balikan sama mantan nggak?

Gue tersedak air putih yang baru aja gue minum saat ngebaca pertanyaan itu. Jangan tanya gue lagi apa, karena mestinya kalian tau apa jawabannya. As usual, main ask . fm.

• Kok lo kepo sih?

• Udah jawab aja, mau nggak?

Okay, pikiran gue mulai menebak-nebak. Jangan-jangan ucapan Via pas dikantin tadi bener. Eh, tapi masa iya? Gue masih ragu kalau Rio main beginian. Tapi, kenapa ni orang--anonymous ini kepo banget?

• Kalau nggak kenapa, kalau iya kenapa?
Gue putuskan menjawab seperti itu. Biar cepet!

• Kok lo malah balik nanya? Bikin rumit aja muter-muter.

• Ya, lagian lo kepo banget sih sama urusan gue.

Saat itu, gue lupa kalau ask . fm itu bukan suatu social media yang sifatnya se-private we chat, dan lainnya. Dimana, semua yang gue jawab udah pasti bakal dibaca sama orang-orang..huhhh

• Ya, lo juga ribet banget tinggal jawab iya atau nggak aja.

• Nggak tau.

• Kok nggak tau? Lo masih cinta sama mantan lo?

• Bisa jadi!

• Seandainya gue Rio, gimana?

Gue mangap segede-gedenya orang mangap. Ini serius?! Gue mulai panas-dingin, mondar-mandir, kebingungan. Parah parah parah! Apa jadinya kalau yang dari tadi nanya-nanya itu emang beneran Rio? Gimana besok kalau gue ketemu dia?!

Okay! Tenang Ify, calm, cool, nggak mungkin dia Rio!
Gue berdehem, sekedar menyamankan tenggorokan. Ah, nggak nyambung sih sebenernya tapi ya udah anggap nyambung aja biar cepet.
Dengan pertimbangan yang cukup lama akhirnya gue memutuskan untuk mengirim jawaban...

• Serius?!

Dan dengan perasaan H2C gue tetep standby didepan laptop, menunggu balasan dari orang-yang-katanya-seandainya-gue-Rio itu...

• BISA JADI!

Hah?!
***

Via terbatuk-batuk luar biasa setelah mendengarkan cerita singkat gue soal lanjutan ask . fm-misterius itu. Matanya sampe berair, kasian banget.

“Tuhkan! Apa gue bilang? Jadi gimana?”

Gue meringis, keki banget! “Gue tengsin abis, Piaaaa! Loe bayangin, apa jadinya kalau gue ketemu sama dia?!” Gue nggak bisa bayangin bakal semerah apa muka gue kalau ketemu Rio hari ini. ”Dan gue harap, gue nggak bakal ketemu dia hari ini.”

“Dan harapan loe nggak terkabul, Fy..”

Sebuah suara berdehem yang cukup keras mengiringi ucapan lirih Via yang sukses membuat gue merinding. Jangan bilang kalau...

”Jadi, lo mau balikan sama gue nih?!”

Oh my God! Gue butuh tutup panci!


* FIN! *

Hehe jadi sebenernya cerita ini lebih dulu selese daripada 'Jika, Masih Ada...' Dan sebenernya udah gue post diblog, tapi nyatanya waktu itu gue salah klik--sepertinya. Bukan ngeklik publish tapi save. Alhasil cuman nongkrong didraft blog doang.
Ini fiktif ya, nggak ada sisi realnya sama sekali. Eh ada deng! Jadi inspirasinya gue dapet waktu gue main ask.fm dan ada orang kepo banget nanya-nanya masa lalu gue. Tiba-tiba gue dapet ide! Ahaha tau sendirilah, gue emang suka gitu hehee
TFR kalau ada yang baca!
Btw, maaf lahir bathin (yah gue tau sebenernya ini telat hehe) buat semua temen2 fb yg mungkin ada perasaan nggak suka sama gue, sama status fb gue, sama notes frontal gue, dan apapun yg datang dari (fb) gue pribadi.
Karena seperti lagunya CJR, kita kan emang nggak selalu bisa menyenangkan semua orang. Jadi buat yang bisa seneng karena (apapun yg datangnya mungkin dari fb) gue terima kasih karena kalian membuat gue bisa berguna. Dan buat yang nggak suka sama gue, mohon maaf aja yahhh...ehehe
Kata bokap, salah satu orang yang mulia adalah orang yang mau meminta maaf lebih dulu (meskipun dia nggak salah) ketika ada perselisihan. Dan orang yang mau menerima permintaan maaf seseorang dengan hati yang ikhlas! Ehehe



#muchlove!

@Niyaaarasyied (user gue baru lho._. #FYI sih)

Kamis, 02 Mei 2013

[Cerpen] Kapan?

Mungkin memang mestinya ini semua tidak terjadi.
Mungkin seharusnya kalimat itu tidak terlontar dari bibirku.
Mungkin.. Yah, mungkin.
Aku sadar aku telah melakukan sebuah kesalahan. Namun entah mengapa, aku bingung bagaimana harus memperbaikinya.
Aku takut, bukannya memperbaiki--menyelesaikan masalah ini, aku justru menambah kesalahan baru.
Menyakiti hati seseorang yang tidak bersalah dengan menerima pernyataan cintanya, padahal hati tidak memiliki rasa jelas suatu kesalahan, kan?
Dan ketika aku ingin mengakhiri semuanya, yang mungkin akan kembali membuatku menyakiti hatinya, juga suatu kesalahan, kan?

Ku tahu, kamu pasti rasa, apa yang ku rasa..
Ku tahu, cepat atau lambat, kamu kan mengerti..

Suara Tantri yang mengalun begitu saja dari handphoneku membuatku tersadar, keadaan sekarang berbeda dari sebelumnya. Seperti, ada sekat diantara kami. Emh, aku mungkin memang tanpa sadar telah membangun benteng sendiri agar ia tak memiliki rasa yang semakin jauh untukku, yah, tanpa sadar. Dengan segala tingkah cuek, tak perduli yang ku lakukan semauku. Hingga ia pun mencoba bersikap sama kepadaku, cuek.
Apa mungkin dia mulai menyadari tentang apa yang aku rasakan sebenarnya?
Hati bila dipaksakan pasti takkan baik..
Pantasnya kamu mencintai yang juga cintai dirimu, cinta kamu..
Ya Tuhan! Salah ku memang, yang terlalu cepat dalam mengambil keputusan. Lantas, aku harus seperti apa?
Sekeras apapun aku mencoba, rasa itu tetap sama, tidak berubah. Hampa tanpa euphoria. Dan ini bukan perasaan orang yang sedang jatuh cinta.
Bukankah ketika kita jatuh cinta, perasaan mulas yang menyerang perut, bagai jutaan kupu-kupu tengah asyik menari disana, yang kita rasakan?

•••
Coba deh, lo jalanin aja dulu. Siapa tau, suatu saat lo bakal ngerasa nyaman, dan mulai ada rasa sama dia.
•••

Okay, saran dari sahabatku ini mungkin bisa aku coba.
Namun, 1 bulan berlalu, aku tetap tidak merasakan perubahan.

•••
Gimana? Udah mulai ngerasa ada feeling nggak sama dia?
•••

Tanya Sivia melalui fasilitas messaging disalah satu social network. Aku menggigiti bibirku. Sebenarnya aku sedang tidak ingin membahas ini sekarang.

•••
Begitulah, Vi. Nggak ada yang namanya, 'seiring dengan berjalannya waktu', seperti yang lo bilang.
•••

Plup!

Sivia mengirimkan balasan.

•••
Lho kok? :o
•••

Hem..baiklah, bagaimana mungkin bisa ada rasa yang tumbuh ditengah kekakuan yang terjalin diantara kami belakangan ini--tanpa sadar?

•••
Kalau seandainya dia bersikap lebih mau tau tentang gue, dan melupakan pertanyaan lagi apa, dimana, sama siapa, jangan lupa makan, dan pertanyaan biasa lainnya, mungkin bisa aja.
•••

Plup!


•••

Tell me deh. Maksud intinya tanpa berbelit-belit. :|.
•••

Aku mengerang. Terlalu lucu rasanya kalau aku menjabarkan hal ini.

•••
Gimana kalau lo punya cowok, tapi cowok lo nggak tau tanggal lahir lo? Nama lengkap lo? Daily activity yang wajib lo lakuin? Dan hal-hal simple yang biasanya diketahui sama orang yang statusnya pacar?
•••

Ya gini deh. Bukannya aku ingin diperhatikan. Aku justru bisa ilfeel dengan pria yang over care, tapi..please deh, masa nama lengkap aku aja dia nggak tau?
Bahkan, ketika dia melihat sebuah foto yang menampakkan aku dengan 3 saudaraku pun, dia masih bertanya, ”kamu yang mana?”
What the?!

Plup!


•••

Ya aneh sih._. Ya masa tanggal lahir sama nama asli aja nggak tau-,-
•••
Terus sekarang lo maunya gimana? Putus? Seleseiin aja kalau emang pengen selesai. Lebih cepat lebih baik!
•••

Okay, Sivia benar. Masalahnya, action ga semudah opinion. Jadi aku harus gimana? Tetap bertahan dengan kesalahan -yang menurutku tidak sengaja- ku buat?

Plup!

•••
Time will reveal, Fy. Semangat!
•••

Aku mendesah membaca balasan terakhir dari Sivia. Mungkin tidak begitu bisa ku pahami maksudnya--dengan otak yang telah terlalu lelah berpikir. Tapi aku merasa cukup lega, menyadari bahwa aku tidak sendiri menyimpan rahasia ini.
Sekali lagi...
Memang seharusnya dia mendapatkan cinta dari seseorang yang mencintainya. Bukan dari aku yang bahkan tidak perduli sedang apa dan dimana dia.

Lepaskanlah, ikatanmu dengan aku biar kamu senang..
Bila berat, melupakan aku, pelan-pelan saja...

Ayolah! Bantu aku menyampaikan kalimat ini secara tegas kepadanya! Karena lagi-lagi, yang berani ku lakukan hanyalah memajang reffrain lagu milik Kotak itu di status facebookku.
Kadang aku merasa benci dengan kelemahanku yang satu ini. Selalu berspekulasi orang akan tersakiti dengan apa yang akan ku lakukan, karena memang hal itu besar kemungkinan akan terjadi. Sehingga, yang ada bukannya melakukan aku justru menahan diri tetap pada posisi sekarang ini.
Hufftt! Saat ini yang ingin ku sampaikan kepadanya hanyalah...

“Ketika aku dan kamu tak lagi menjadi 'kita', itu bukan karena kamu bukanlah yang terbaik untukku. Tapi karena yang terbaik 'kita' hanya cukup sebatas aku dan kamu.”

Duhhh, tapi kapan aku bisa mengungkapkan itu?

Tak ada niat menyakiti, inilah hatiku..
Pantasnya kamu mencintai yang juga cintai dirimu, cuma kamu...

Baiklah, biarkan Tantri menyelesaikan lagunya, dan aku akan membawa diriku ke alam mimpi. Berharap semoga esok ketika mata ini terbuka, semua yang terjadi saat ini hanyalah..mimpi.
Huftt...tapi mustahil sih..
***

Ini #somethingrandom again. Aku habis denger lagunya Kotak--yang versi Fatin malah jadi kepikiran terus haha-,-
Kata Anif sih, kayaknya ini tuh jatuhnya kayak related postnya 'Karena Kita Berbeda' dan 'Gamang'
Woups! Finally....

Salam damai.

@Kania08

Visit : http://niastevania.blogspot.com/

Kamis, 19 April 2012

Moves Like Jagger (lipsync) Best

Okay guys! masih di jum'at ceria dan selang beberapa menit yang lalu gue ngeshare video Ify, sekatang gue akan berbagi video gokil dari, BEST! You know, BEST?! Bukannnn, bukan Best girlband, tapi ini adalah kumpulan atau mungkin gank? punya nya Sivia Azizah! hihii
ini emang sekedar video lipsync, tapi sumpah Sivia gokil parah, dan temen-temennya juga keliatannya asik asik deh..
Jadi ngebayangin, gimana kalau Sivia disini menjelma menjadi Ify? uuuwww....



mau liat kegokilan Sivia dan kawan-kawan yang lainnya? check di acc youtube milik temennya Sivia ini linknya http://www.youtube.com/user/sirotf/videos

Jumat, 06 April 2012


Kamis, 05 April 2012

Use Somebody (covered) Ify, Sivia & Shilla


Hello everybody!!
how are you today... mari kita bersenang-senang dengan mendengarkan coveran terbaru dari ketiga member Blink yang juga alumni dari Idola Cilik 1 hihiiii
coverannya asik nih, Use Somebody by Kings Of Lion atau gue nyebutnya KOL...
meskipun tanpa musik, tetep okeloh... faktor suara yang emang udah kece kali yah..
So, lets here we go...



Sabtu, 17 Desember 2011